Sabtu, 09 Juni 2012

Makalah Krisis Energi

BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Energi erat kaitannya dengan alam dan teknologi. Dari alamlah energi dihasilkan dan dengan teknologi energi akan dapat digunakan secara optimal. Saat ini kebutuhan energi sangat meningkat, hal ini di pengaruhi adanya peningkatan pertambahan penduduk dan aktivitas manusia. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran energi yang didorong pesatnya laju pertambahan penduduk dan pesatnya industrialisasi dunia, mengakibatkan tersedotnya cadangan energi, khususnya energi fosil yang merupakan sumber energi utama dunia.
Banyak negara di dunia yang sudah mulai sadar dan khawatir akan krisis energi yang mengerikan ini. Sehingga tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dua hal utama yaitu gerakan penghematan energi dan program penemuan sumber energi baru. Dua program besar inilah saat ini menjadi perhatian besar bagi beberapa Negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman dan lain-lain. Krisis energi ini juga dialami pada negara Indonesia. Bayaknya penduduk Indonesia yang memafaatkan BBM baik untuk kebutuhan pribadi maupun industri. Sehingga terjadinya kelangkaan dan meningkatnya harga BBM di Indonesia.


B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.         Apakah Krisis Energi BBM?
2.         Apa dampak krisis energi BBM?
3.         Bagaimana solusi untuk menanggulangi krisis energi BBM?
C.      TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dan manfaat penulisan adalah sebagai berikut :
1.         Mengetahui krisis energi BBM
2.         Mengetahui dampak yang diakibatkan dari krisis energi BBM
3.         Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi krisis energi BBM khususnya di wilayah Indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN
A.      KRISIS ENERGI BBM
Krisis energi adalah kekurangan (atau peningkatan harga) dalam persediaan sumber daya energi keekonomi. Krisis ini biasanya menunjuk kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya. Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam (energi) yang melimpah dan beraneka ragam jenisnya, baik yang terkandung di dalam laut maupun perut bumi Indonesia. Namun, kekayaan alam tersebut tidak dikelola dengan bijak dan terpadu. Sehingga kekayaan alam ini tidak bisa dinikmati secara murah/gratis oleh rakyatnya yang sebagian besar miskin.
Munculnya kelangkaan serta tiadanya jaminan ketersediaan pasokan minyak dan gas (Migas) di negeri sendiri, merupakan kenyataan paradoks dari sebuah negeri yang kaya sumber energi. Hal ini antara lain disebabkan tingginya ketimpangan antara produksi dan konsumsi energi nasional. Berdasarkan laporan Kementrian ESDM tahun 2009, rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 963.269 barel per hari (bph). Sedangkan laporan BP Migas, produksi minyak secara nasional pada tahun 2010 hanya naik pada kisaran 965.000 bph. Artinya terdapat angka kenaikan hanya 1.731 bph. Sementara kebutuhan konsumsi energi nasional sekitar 1.400.000 bph. Artinya terdapat selisih cukup tajam antara tingkat produksi yang ideal dengan kebutuhan. Selain itu, pesatnya pembangunan di bidang teknologi, industri, dan informasi memicu peningkatan kebutuhan masyarakat akan energi.
B.       DAMPAK-DAMPAK KRISIS ENERGI BBM
Krisis Energi BBM sangat meresahkan masyarakat. Krisis Energi ini menimbulkan kelangkaan dan naiknya harga BBM. Dampak dari krisis BBM dapat dirasakan disegala sektor. Salah satu masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga BBM adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik. Dampak-dampak yang ditimbulkan dari krisis energi BBM saling berkesinambungan.
Inflasi tidak mungkin dihindari karena BBM adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang, kata peneliti dan direktur lembaga kajian migas Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto. Tetapi menaikkan harga BBM juga tidak bisa dihindari karena beban subsidi membuat negara sulit melakukan investasi bidang lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Krisis energi ini mengakibatkan kenaikan harga BBM yang sangat menekan kesejahteraan buruh. Sebab kenaikan BBM sebesar 35% itu tidak hanya meningkatkan beban ongkos transportasi tetapi juga biaya kebutuhan makanan pokok dan biaya sewa rumah. Adanya kenaikan BBM bukan hanya ongkos transportasi yang naik, tetapi juga biaya rumah dan sembako juga otomatis naik. Daya beli buruh akan semakin turun. Dampak kenaikan BBM lebih besar adalah saat industri mengalami gulung tikar atau kolaps sebagai akibat penurunan daya beli masyarakat dan bertambahnya biaya produksi. Terjadi peningkatan jumlah pengangguran nasional, akibat maraknya pabrik-pabrik dan perusahaan yang memutuskan hubungan kerja para karyawannya. Otomatis jumlah orang miskin semakin membengkak. Kalau pada awal Januari 2012 lalu angka kemiskinan tercatat sebanya 29,89 juta jiwa (data BPS), kontan angka statistiknya akan mengalami peningkatan signifikan.
Sebaliknya menurut pemerintah, tak mungkin kas negara terus-menerus dipakai untuk menambal subsidi BBM karena sektor lain menjadi terbengkalai. Menurut catatan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, tahun lalu besaran subsidi kesehatan hanya Rp43,8 triliun, infrastruktur Rp125,6 triliun, bantuan sosial Rp70,9 triliun, sementara subsidi BBM menyedot dana paling besar, Rp165,2 triliun. Padahal itu belum termasuk subsidi listrik yang berjumlah Rp90 triliun, sehingga secara total subsidi energi APBN 2011 mencapai Rp255 triliun. Realisasi subsidi BBM juga cenderung membengkak dari angka acuan karena konsumsi BBM yang tak terkendali. Tahun 2010 misalnya, subsidi BBM yang mestinya habis pada hitungan Rp69 triliun kemudian membesar menjadi Rp82,4 triliun. Hal sama terulang pada 2011 dimana anggaran subsidi Rp96 triliun kemudian bengkak menjadi hampir dua kali, yakni Rp165,2 triliun. Akibatnya kesempatan berinvestasi dalam bentuk infrastruktur dan pembangunan nonfisik, termasuk kesehatan dan pendidikan, menjadi lebih sedikit.
Tidak hanya berakibat pada sisi ekonomi tetapi lebih dari itu dampak sosial akan merejalela. Rakyat yang sudah miskin akan dimiskinkan dengan ketidakmampuan mereka mencari nafkah hidup. Harga-harga barang akan mengikuti kenaikan harga BBM. Kebutuhan rumah tangga akan menanjak mengikuti harga penunjang transportasi. Semua barang, kebutuhan harian, sayur mayur, buah, dan komoditi pertanian juga akan naik. Hasil-hasil kerajinan masyarakat juga tidak lepas dari itu karena bahan dasar pasti akan naik. Belum lagi kaum petani akan menjerit karena kenaikan pupuk dan obat-obatan. Selain itu kenaikan BBM akan memicu bidang-bidang lain untuk menaikkan biaya. Pendidikan misalnya, karena beban operasional yang tinggi mungkin juga akan menggenjot biaya agak tinggi. Itu semua karena para guru, terutama guru swasta juda sebagai korban kenaikan BBM itu.
C.      SOLUSI
50% konsumsi energi nasional Indonesia selama ini berasal dari minyak bumi. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih sangat tergantung pada sumber energi tak terbarukan tersebut. Padahal, cepat atau lambat sumber energi tersebut akan habis. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengoptimalkan potensi energi terbarukan atau energi alternatif yang dimiliki Indonesia yaitu sebesar 311. 232 MW dan baru 22% yang dimanfaatkan.
Sumber energi alternatif mulai populer di seluruh dunia, menggantikan sumber energi fosil yang perlahan-lahan mulai habis. Berdasarkan kebijakan Amerika Serikat tentang sumber energi, ada 8 sumber energi alternatif yang berpotensi untuk menggantikan peran minyak bumi, sebagai berikut :
1.      Etanol
Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua. Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga pangan dan ketersediannya.
2.      Gas Alam
Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk bidang properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan, emisi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan. Indonesia mendapat urutan ke 11 dari 20 negara terbesar penghasil gas alam.
3.      Listrik
Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, seperti baterai. Tenaga listrik dapat diisi ulang dan disimpan dalam baterai. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.
4.      Hidrogen
Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak ber warna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta. Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur dan dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik. Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam dan menciptakan bahan bakar untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Walaupun begitu, harga untuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal.
5.      Propana
Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal, tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Propana atau yang biasa dikenal dengan LPG merupakan produk dari pengolahan gas alam dan minyak mentah. Sumber tenaga ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar. Propana menghasilkan emisi lebih sedikit dibandingkan bensin, namun penciptaan metananya lebih buruk 21 kali lipat.
6.      Biodiesel
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti tumbuhan (minyak sayur) atau lemak hewan. Mesin kendaraan dapat menggunakan biodiesel yang masih murni, maupun biodiesel yang telah dicampur dengan minyak. Biodiesel mengurangi polusi yang ada, akan tetapi terbatasnya produk dan infrastruktur menjadi masalah pada sumber energi ini.
7.      Methanol
Metanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri. Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air. Methanol yang juga dikenal sebagai alkohol kayu dapat menjadi energi alternatif pada kendaraan. Methanol dapat menjadi energi alternatif yang penting di masa depan karena hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi energi juga. Namun, sekarang ini produsen kendaraan tidak lagi menggunakan methanol sebagai bahan bakar.
8. P-Series
P-series merupakan gabungan dari ethanol, gas alam, dan metyhltetrahydrofuran (MeTHF). P-series sangat efektif dan efisien karena oktan yang terkandung cukup tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel. Bahan bakar alternatif ini beroktan tinggi sehingga sangat efektif dan efisien untuk kendaraan bermotor.
Dari penelitian yang dilakukan, telah ditemukan 60 jenis tanaman pangan, perkebunan dan non pangan yang berpotensi menjadi bioenergi. Untuk tanaman pangan yang bisa menjadi bioetanol, antara lain leguminosa (kacang tanah, kedelai dan sejenisnya), umbi-umbian (singkong, ubi jalar dan sejenis), serta biji-bijian (jagung, tan, serealia, dan bunga matahari). Tanaman perkebunan yang bisa menjadi biodiesel dan bioetanol, yaitu jenis palma seperti kelapa, kelapa sawit, sagu serta berbagai tanaman berjenis tebu. Tanaman non pangan yang potensial menjadi biodiesel, antara lain jarak pagar, jarak kepyar dan kapuk randu. Jika untuk satu jenis tamanan bioenergi mampu menjadi subtitusi lima persen saja kebutuhan BBM, maka akan terjadi penghematan sekitar dua juta kiloliter atau setara dengan Rp. 9 triliun.
BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Bahan Bakar Minyak merupakan faktor penting dalam melakukan kegiatan atau aktivitas baik perorangan maupun industri. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran energi yang didorong pesatnya laju pertambahan penduduk dan pesatnya industrialisasi dunia, mengakibatkan tersedotnya cadangan energi, khususnya energi fosil yang merupakan sumber energi utama dunia. Padahal cepat atau lambat sumber energi ini akan habis. Hal ini menyebabkan krisis bahan bakar Minyak.
Dampak-dampak dari krisis BBM ini dapat mempengaruhi semua sektor. Ketergantungan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak harus ditinggalkan untuk menyiasati krisis energi BBM ini. Banyak solusi yang dapat digunakan untuk mengganti BBM salah satunya yang sedang dikembangkan diberbagai negara yaitu dengan beralihnya energi BBM ke energi alternatif dan adanya kesadaran dalam hidup hemat energi.
B.       SARAN              
Diharapkan masyarakat dapat beralih dari penggunaan BBM kesumber daya alternatif. Sehingga ketergantungan akan BBM dapat tergantikan, mengurangi krisis energi, mengurangi Angggaran Belanja pemerintah, selain itu penggunaan sumber daya alternatif ini akan membuka lapangan usaha yang dapat menampung tenaga kerja dan penggunaan sumber daya alternatif ini juga ramah lingkunngan.


DAFTAR PUSTAKA
Sujatmoko, Arief. 09 Maret 2012. 8 Energi Alternatif Potensial. National Geographic. http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/8-energi-alternatif-potensial. diakses pada tanggal 29 Mei 2012
Artikel non-personal, 8 Mei 2012. Biodiesel. Wikipedia Bahasa indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiesel. diakses pada tanggal 29 Mei 2012
Artikel non-personal. 29 Maret 2012. Kenaika Harga BBM dan Dampak Ekonominya.  Akses Dunia.  http://aksesdunia.com/2012/kenaikan-harga-bbm-dan-dampak-ekonominya/. diakses pada tanggal 29 Mei 2012
Masenchipz. 05 Agustus 2008. 60 Jenis Tanaman Bisa Jadi Alternatif Pengganti BBM. Masenchipz.com. http://masenchipz.com/60-jenis-tanaman-bisa-jadi-alternatif. diakses pada tanggal 29 Mei 2012



Tidak ada komentar:

Posting Komentar